Suhu Makkah Mencapai 43 Derajat, Dokter Peringatkan Jemaah untuk Mencegah Dehidrasi dan Kulit Kering



Makkah – Makkah, sebagai Tanah Suci, menjadi tujuan rutin bagi jutaan umat Islam setiap tahun untuk melaksanakan ibadah haji. Namun, saat ini, para jemaah haji dari Indonesia mulai merasakan dampak dari cuaca ekstrem di lokasi ini. Suhu yang melambung hingga 43 derajat Celsius tidak hanya memicu ketidaknyamanan, tetapi juga menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kulit kering hingga kemungkinan terjadinya dehidrasi.

Dalam keadaan cuaca seperti ini, penting untuk mendapatkan dukungan kesehatan yang tepat. Dilaporkan oleh dokter spesialis paru, Dessy Mizarti Zailirin, yang bertugas di klinik satelit Hotel Alhidayah Tower Company, jemaah yang terkena dampak cuaca panas sedang mengalami beberapa gejala kesehatan yang perlu diwaspadai.

“Kondisi cuaca yang ekstrem ini benar-benar berpengaruh pada kesehatan calon jemaah haji. Apabila suhu telah mencapai 43 derajat Celsius, banyak di antara mereka yang melaporkan mengalami kulit kering, gatal-gatal, hingga iritasi kulit yang lebih parah,” ungkap Dessy.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penting untuk menekankan bahwa meskipun belum terlihat lonjakan kasus yang parah, keluhan ringan hingga sedang terkait keadaan ini ternyata sudah mulai banyak ditangani. Dokter Dessy juga menambahkan bahwa mereka telah melakukan perawatan bagi jemaah yang mengalami gangguan kesehatan akibat suhu yang tinggi.

“Bagi mereka yang memiliki masalah dengan kondisi kulit, seperti kulit yang kering, pecah-pecah, hingga melepuh, kami sudah mengimplementasikan sejumlah perawatan yang diadaptasi bagi keadaan mereka,” tambahnya.

Untuk itu, diperlukan beberapa langkah sederhana yang dapat diambil oleh setiap jemaah agar dapat melindungi kesehatan mereka dan menghadapi cuaca ekstrem ini dengan lebih baik. Di bawah ini adalah panduan yang disarankan oleh dokter Dessy.

Baca juga:  Tanpa Menunggu Bertahun-tahun! Inilah Rahasia Keberangkatan Langsung Haji Furoda

**1. Menggunakan Masker Basah**

Salah satu tips yang sangat berguna adalah dengan menggunakan masker yang lembab untuk membantu mengurangi efek dari udara panas. “Kenakan masker yang sudah dibasahi dengan air, ini dapat membantu meredakan dampak dari suhu panas di Tanah Suci,” ujarnya.

**2. Pentingnya Asupan Cairan**

Pastikan untuk menjaga agar tubuh tetap terhidrasi. Dokter Dessy menyarankan agar jemaah tidak menunggu sampai merasa haus untuk minum. “Disarankan untuk rutin mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup. Jika memungkinkan, gunakan oralit dengan mencampurkannya ke dalam air dan minum secara berkala, sedikit-sedikit, sehingga tidak terjadi dehidrasi,” katanya.

Ada pandangan yang keliru di kalangan beberapa jemaah bahwa oralit hanya berguna saat terserang diare. “Padahal, oralit penting untuk menjaga stamina dan keseimbangan garam dalam tubuh,” tambahnya. Dengan begitu, jemaah dapat menghindari kondisi kesehatan yang lebih parah.

**3. Mengurangi Kebiasaan Merokok**

Bagi yang merokok, penting untuk berusaha mengurangi kebiasaan ini. Merokok dapat menyebabkan gangguan pernapasan, dan di tengah suhu yang tinggi, sangat disarankan untuk mengurangi paparan ini. “Bila tidak bisa berhenti secara sekaligus, setidaknya kurangi secara bertahap agar tidak menimbulkan masalah kesehatan tambahan,” diasihatkan Dessy.

**4. Perawatan Kulit yang Tepat**

Untuk mencegah kulit kering akibat cuaca panas, jemaah disarankan untuk rutin menggunakan pelembap. “Pelembap harus diaplikasikan secara teratur, tipis-tipis tetapi sering, agar kulit tetap terjaga kelembapannya,” jelas Dessy. Ini akan membantu menghindari iritasi kulit yang bisa mengganggu ibadah.

**5. Istirahat yang Cukup**

Di samping perawatan fisik, jemaah juga perlu memperhatikan waktu istirahat mereka. Jangan paksakan diri untuk terus beraktivitas di luar ruangan tanpa henti di tengah cuaca yang ekstrem. Adalah penting untuk memberi waktu tubuh untuk istirahat agar bisa tetap menjalin ibadah dengan lancar.

Baca juga:  Gus Irfan Mengingatkan Petugas Haji 2026 untuk Menolak Uang atau Hadiah dari Jemaah

**Kesimpulan**

Menjalani ibadah haji di bawah suhu panas yang tinggi bisa menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang tepat, jemaah bisa melindungi kesehatan mereka selama berada di Tanah Suci. Dengan memahami pentingnya hidrasi, perawatan kulit, serta kebiasaan sehat lainnya, jemaah dapat mengurangi risiko masalah kesehatan.

Haji adalah perjalanan spiritual yang berarti, dan melewatinya dengan selamat dan sehat akan memastikan pengalaman yang lebih mendalam dan berkesan. Oleh karena itu, mari kita jaga kesehatan kita agar dapat menjalankan ibadah ini dengan sebaik-baiknya.

Jika Anda ingin mempersiapkan perjalanan haji yang tak terlupakan, dapatkan informasi lebih lanjut!

Siap untuk Haji yang Tidak Terlupakan?

Kunjungi situs kami untuk mendapatkan info lebih lanjut dan persiapan haji Anda!

Source link

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top