Jakarta – Haji adalah salah satu rukun Islam yang diidamkan oleh setiap Muslim di seluruh dunia. Namun, perjalanan suci ini juga memerlukan kesehatan fisik dan mental yang baik. Baru-baru ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan telah mengambil langkah penting dengan memulangkan dua orang calon haji dari Sumatera Utara ke daerah asal mereka. Keputusan ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi semua jemaah dalam perjalanan mereka ke Tanah Suci.
Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, mengungkapkan bahwa kedua calon haji tersebut berasal dari Tapanuli Selatan dan Tanjung Balai. Sayangnya, keduanya tidak memenuhi syarat kesehatan yang dibutuhkan untuk terbang. Salah satu dari mereka mengalami demensia, sedangkan yang lainnya mengalami gangguan mental atau kejiwaan.
“Kemarin ada dua orang. Satu yang mengalami demensia, dan satu lagi mengalami gangguan mental, sehingga bisa mengganggu jemaah lain,” jelas Zulkifli saat memberikan keterangan di Asrama Haji Medan pada Senin (5/5/2026). Keputusan pemulangan ini diambil setelah melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan akhir oleh tim medis dari Embarkasi Medan.
Dalam melakukan pemeriksaan kesehatan, PPIH Embarkasi Medan memiliki prosedur standar yang ketat. Salah satu alasan penolakan untuk terbang adalah potensi risiko yang ditimbulkan oleh kondisi kesehatan ini. Perjalanan udara menuju Madinah dari Bandara Kualanamu memakan waktu lebih dari delapan jam. Dalam kondisi tersebut, jemaah yang memiliki gangguan mental berisiko tinggi jika dipaksakan untuk terbang.
“Ada satu yang mau mengamuk, dan bisa mengganggu jemaah lain, apalagi saat di pesawat. Biasanya kalau di pesawat, pilot meminta supaya (penumpang tersebut) tidak dibawa terbang,” tambah Zulkifli.
PPIH Embarkasi Medan merencanakan pemberangkatan total 5.990 calon haji asal Sumatera Utara antara tanggal 22 April dan 11 Mei 2026. Hingga saat ini, merupakan kabar baik bahwa sebanyak 3.947 calon haji sudah tiba di Tanah Suci hingga kloter 11, sementara sisanya masih dalam tahap persiapan di tanah air.
Penting untuk dicatat bahwa meskipun dua calon haji tersebut tidak dapat berangkat tahun ini, Zulkifli menunjukkan harapan positif. Ia berharap kesehatan kedua calon haji itu dapat pulih dan memungkinkan mereka untuk menunaikan ibadah haji pada tahun berikutnya. “In syaa Allah, tahun depan kalau perkembangan kesehatannya membaik, maka mereka bisa diberangkatkan,” pungkasnya.
Keputusan untuk memulangkan calon haji yang tidak memenuhi syarat kesehatan jelas merupakan langkah yang bijaksana. Ibadah haji bukan hanya sekedar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang memerlukan kesiapan mental dan fisik. Memaksakan individu yang tidak dalam keadaan sehat hanya akan memperburuk situasi dan menciptakan ketidaknyamanan, bukan hanya bagi individu tersebut, tetapi juga bagi jemaah lain.
Kesehatan adalah prioritas utama dalam setiap perjalanan ibadah. Oleh karena itu, sebelum terbang ke Tanah Suci, calon jemaah haji disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Tips berikut ini bisa membantu calon haji menjaga kesehatan guna memastikan perjalanan yang aman dan nyaman:
1. **Pemeriksaan Kesehatan Rutin**: Sebelum mendaftar, lakukan pemeriksaan untuk mendeteksi kondisi kesehatan yang mungkin dapat mempengaruhi perjalanan haji.
2. **Konsumsi Nutrisi yang Seimbang**: Pastikan untuk mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh.
3. **Olahraga**: Rutin berolahraga membantu meningkatkan stamina.
4. **Manajemen Stres**: Ibadah haji bisa menjadi momen yang menegangkan. Melakukan meditasi atau teknik relaksasi dapat membantu.
5. **Konsultasi dengan Tenaga Medis**: Jika Anda memiliki penyakit kronis, penting untuk berkonsultasi dengan dokter guna menentukan langkah terbaik selama perjalanan.
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut dan menjaga kesehatan, calon jemaah haji dapat mempersiapkan diri untuk perjalanan yang penuh berkah.
Semoga kisah dua calon haji ini menjadi pelajaran berharga untuk semua. Kita semua berharap agar keduanya bisa segera mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji. Penting bagi kita semua untuk saling mendukung dan mendoakan agar setiap jemaah dapat menjalani ibadah ini dengan baik dan lancar.
Ibadah haji adalah pengalaman yang sangat berharga, penuh makna spiritual yang mendalam. Setiap Muslim tentu ingin memperoleh pengalaman yang tidak terlupakan, dan untuk mewujudkannya, persiapan yang matang sangat diperlukan.
Sementara kita menunggu peluang untuk pergi ke Tanah Suci, mari kita selalu siap dan ingat bahwa kesehatan adalah prioritas utama. Apakah Anda sudah mempersiapkan diri untuk pengalaman haji yang penuh makna? Mari kita persiapkan segalanya dengan kesungguhan hati agar kita bisa menuntaskan ibadah ini dengan baik.



