“Penyidik telah memblokir tiga rekening yang terdaftar atas nama Khazanah Tamma Internasional. Di samping itu, dua rekening pribadi juga telah dibekukan,” ungkap Kompol Andaru Rahutomo dari Bidhumas Polda Metro Jaya kepada wartawan pada Rabu (1/7/2026), seperti yang dilaporkan oleh CNN.
Namun, langkah memblokir rekening bukanlah satu-satunya upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Mereka juga bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak ke mana saja aliran uang miliaran rupiah dari jemaah itu mengalir. Hal ini menandakan bahwa investigasi sedang berjalan secara menyeluruh agar para korbannya dapat mendapatkan keadilan yang pantas.
Hingga saat ini, pihak penyidik telah memeriksa 124 saksi yang terdiri dari korban, saksi dari kalangan karyawan, vendor, hingga influencer yang terlibat dengan perusahaan tersebut. Selain itu, satu kuasa hukum yang mewakili 1.430 korban juga telah dipanggil untuk memberikan kesaksian. Keberadaan mereka sangat penting untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kejahatan yang dilakukan oleh Hanania Travel.
Bos Hanania Ditahan, Uang Jemaah Dipakai Bayar Artis
Kasus ini semakin memanas setelah polisi menetapkan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional, Ahmad Syah Farhan (ASF), sebagai tersangka. Farhan kini telah mendekam di balik jeruji besi sejak Jumat (29/5) lalu. Dia dijerat dengan berbagai pasal terkait penipuan dan penggelapan sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Dari hasil penyidikan, terkuak bahwa Farhan menggunakan uang setoran jemaah tidak untuk keberangkatan umrah, melainkan untuk membiayai tujuan yang sangat meragukan. Salah satu yang paling mencolok adalah penggunaan uang tersebut untuk membayar tarif promosi (endorsement) sejumlah artis dan influencer terkenal. Langkah ini ditujukan untuk menarik lebih banyak korban dan memperluas jaringan penipuan mereka.
Beberapa nama terkenal di dunia hiburan tanah air pun telah dipanggil oleh polisi untuk memberikan keterangan sebagai saksi, termasuk selebgram Keanu Angelo, pasangan Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid, Roger Danuarta, Cut Meyriska, Paula Verhoeven, komedian Praz Teguh, serta Karin Novilda yang lebih dikenal sebagai Awkarin. Kehadiran mereka di tengah penyelidikan menjadi sorotan publik dan menunjukkan bahwa kasus ini memiliki dampak yang jauh lebih luas dari sekadar penipuan biasa.
Kemenhaj Kawal Kasus Hanania Travel
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan, menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawasi dan menanggulangi kasus ini dengan serius. Dalam pernyataannya, Gus Irfan menjelaskan bahwa kementerian berusaha memastikan tidak ada lagi korban yang timbul akibat praktik-praktik yang merugikan seperti ini di masa yang akan datang.
“Kami bertekad untuk terus mengawal proses hukum terhadap kasus ini. Kami tidak ingin ada Hanania berikutnya,” jelas Gus Irfan saat memberikan sambutan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada Rabu (1/7/2026), seperti yang dikutip oleh CNN. Ini menunjukkan bahwa pemerintah berusaha untuk menjaga reputasi dan integritas dari keberangkatan umrah dan haji, yang sangat penting bagi umat Islam.
Sebelum kasus ini dibawa ke ranah hukum, Kemenhaj pun sebelumnya mencoba mediasi antara manajemen Hanania Travel dan para jemaah yang dirugikan. Dalam mediasi itu, pihak travel sempat menjanjikan pengembalian uang jemaah sesuai dengan tenggat waktu yang disepakati. Namun, janji tersebut tidak ditepati, dan akhirnya membawa kasus ini ke jalur hukum.
“Kita sudah melakukan mediasi dengan kedua pihak. Namun, pada tanggal yang telah disepakati, mereka tidak dapat memenuhi kewajiban mereka. Inilah yang membuat kasus ini memerlukan penegakan hukum,” ungkap Gus Irfan.
Kasus penipuan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat bahwa menjaga kewaspadaan dalam memilih agen travel untuk umrah atau haji adalah suatu hal yang krusial. Pasalnya, dengan semakin banyaknya penawaran yang menggiurkan, ada kemungkinan munculnya penipuan yang seperti yang dialami oleh jemaah di Indonesia. Oleh karena itu, melakukan pengecekan kredibilitas dan reputasi mereka sangat dianjurkan.
Dengan berbagai langkah yang diambil oleh pihak kepolisian dan pemerintah, diharapkan kasus ini akan selesai dengan baik dan para korban akan mendapatkan hak-hak mereka yang terampas.
Masyarakat pun dihimbau untuk selalu teliti dan waspada dalam memilih penyedia jasa umrah atau haji agar tidak terjerat dalam situasi serupa. Sebagai konsumen, penting untuk mengumpulkan informasi, membandingkan pilihan, dan bertanya kepada orang-orang terdekat atau pihak yang lebih berpengalaman.
Dengan harapan agar peristiwa serupa tidak terulang, kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling membantu dan memberi edukasi kepada orang-orang di sekitar kita mengenai cara menghindari penipuan di sektor perjalanan haji dan umrah.
Siap untuk Haji yang Tidak Terlupakan?
Kunjungi website kami untuk mendapatkan informasi terkini seputar perjalanan haji yang aman dan memuaskan. Dapatkan pengalaman spiritual yang berharga dan pastikan perjalanan Anda berjalan lancar tanpa kendala.



