Dari Puncak Ini, Nabi Ibrahim Pertama Kali Mengajak untuk Menunaikan Haji


Makkah – Di balik deretan gedung pencakar langit yang menyelimuti Masjidil Haram, ada sebuah gunung yang mempunyai kedudukan istimewa dalam sejarah Islam, yaitu Jabal Abu Qubais. Gunung ini terletak di sisi Bukit Safa dan kini sebagian wilayahnya merupakan lokasi kompleks Qashr Ash-Shafa atau Istana As-Safa.

Jabal Abu Qubais bukan sekadar gunung biasa. Di dalam banyak literatur sejarah Islam, gunung ini dikenal sebagai gunung pertama yang diciptakan oleh Allah SWT di muka bumi. Hal tersebut disampaikan oleh Ahmad Musyaddad, penerjemah resmi khutbah di Masjidil Haram asal Indonesia, saat memandu tur jejak sirah di sekitar Masjidil Haram.

Menurut Musyaddad, “Jabal Abu Qubais dalam beberapa catatan sejarah disebut sebagai gunung pertama kali diciptakan oleh Allah SWT.” Berada di posisi yang strategis, Jabal Abu Qubais memungkinkan pengumuman disampaikan dengan jelas kepada masyarakat. Hal ini sangat penting, terutama pada masa Nabi Ibrahim AS, ketika beliau mendapat perintah untuk menyerukan ibadah haji kepada seluruh umat manusia.

Menurut sebagian riwayat, di tempat ini, Nabi Ibrahim AS diutus untuk mengumandangkan seruan haji. Dalam sebuah hadits, diriwayatkan bahwa Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Ibrahim, “Serukanlah kepada manusia untuk berhaji.” Ketika Nabi Ibrahim AS merasa ragu mengenai bagaimana seruannya dapat didengar oleh seluruh umat manusia, Allah SWT menjawabnya dengan sabda, “Cukup engkau menyeru, Kami yang akan menyampaikannya.”

Dengan penuh keyakinan, Nabi Ibrahim AS pun naik ke puncak Jabal Abu Qubais. Dari sinilah beliau menyerukan kewajiban berhaji kepada seluruh umat manusia. Seruan beliau tidak hanya berhenti di situ saja; seruan tersebut menembus batas waktu dan terus diwariskan dari generasi ke generasi hingga saat ini. Musyaddad menekankan bahwa setiap muslim yang kini berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji sedang memenuhi panggilan yang pertama kali disampaikan oleh Nabi Ibrahim AS dari Jabal Abu Qubais.

Baca juga:  Buku Himpunan Fatwa Haji Terbit, Atur Pil Penunda Haid-Dana Haji

“Nabi Ibrahim naik ke atas Jabal Abu Qubais dan berseru, ‘Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan kepada kalian berhaji, maka berhajilah.’ Suara ini kemudian disampaikan Allah dari generasi ke generasi hingga kini kita datang untuk berhaji,” ungkapnya.

Seiring perkembangan zaman, wajah Jabal Abu Qubais mengalami perubahan yang signifikan. Banyak bangunan modern yang kini menggantikan nuansa alami gunung tersebut. Namun, meskipun secara visual gunung ini tampak berbeda, kisah dan makna di balik Jabal Abu Qubais tetap utuh dan tidak pudar oleh waktu.

Bagi jutaan umat Islam yang datang ke Tanah Suci, Jabal Abu Qubais berfungsi sebagai pengingat akan sejarah dan makna dari perjalanan haji yang mereka jalani hari ini. Perjalanan tersebut bukan sekadar ritual, melainkan merupakan bagian dari seruan yang telah bergema sejak ribuan tahun silam.

Dalam konteks perjalanan ibadah haji, Jabal Abu Qubais melambangkan penghubung antara masa lalu dan masa kini. Ini adalah tempat di mana iman dan ketundukan kepada Allah SWT bersatu, mengingatkan kita bahwa setiap langkah yang diambil dalam perjalanan haji adalah bagian dari sejarah yang lebih besar.

Salah satu aspek menarik dari Jabal Abu Qubais adalah posisinya yang berada sangat dekat dengan Ka’bah. Menurut Musyaddad, Bukit Safa merupakan bagian dari rangkaian Jabal Abu Qubais. “Dulunya mereka menyatu. Induknya adalah Jabal Abu Qubais, sedangkan anaknya adalah Bukit Safa,” tambahnya. Hal ini menunjukkan keterkaitan erat antara lokasi-lokasi penting dalam ritual haji yang telah berjalan selama ribuan tahun.

Keberadaan Jabal Abu Qubais tidak hanya berfungsi sebagai pengingat fisik, tetapi juga menambah kedalaman spiritual bagi para peziarah yang melakukan ibadah haji. Setiap kali para jemaah melintasi kawasan tersebut, mereka mengingat seruan Nabi Ibrahim AS dan menyadari bahwa mereka adalah bagian dari warisan spiritual dunia yang sangat kaya ini.

Baca juga:  BP Haji Menyatakan Kampung Haji RI Berada Jarak 2-3 Km, Bukan 400 Meter?

Kunjungan ke Jabal Abu Qubais bukan hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang pengalaman spiritual dan refleksi pribadi. Banyak jemaah haji menemukan ketenangan dan inspirasi saat berada di sini. Mereka diingatkan akan pentingnya iman, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Ketika para peziarah menunaikan ibadah haji, mereka berpeluang untuk merasakan secara langsung jejak langkah Nabi Ibrahim AS. Setiap langkah yang mereka ambil menuju Ka’bah tidak hanya berfungsi sebagai sebuah rutinitas, tetapi juga sebagai pengingat akan panggilan Allah SWT yang terus abadi.

Tidak dapat dipungkiri, setiap ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim, terutama selama haji, memiliki makna yang mendalam. Anjuran untuk berziarah ke tempat-tempat bersejarah seperti Jabal Abu Qubais merupakan cara untuk memperkuat iman dan mengingatkan diri akan tanggung jawab spiritual kita.

Saat kita menyusuri jalan bersejarah ini, kita diajarkan untuk menghargai sejarah yang ada, mengambil pelajaran dari kisah-kisah yang telah diturunkan, serta memperkuat komitmen untuk menjalani kehidupan yang sesuai dengan ajaran Allah SWT.

Dalam menjelajahi Makkah, kehadiran kompleks modern tidak dapat menghilangkan nilai-nilai spiritual yang ada. Hal ini justru menegaskan bahwa meskipun zaman telah berubah, inti dari seruan haji yang pertama kali disampaikan oleh Nabi Ibrahim AS tetap relevan dan merupakan panggilan untuk semua umat Islam, tidak peduli latar belakang atau kondisi mereka.

Akhir kata, perjalanan ke Jabal Abu Qubais dan Masjidil Haram adalah kesempatan yang sangat berharga untuk merefleksikan iman kita dan menjawab panggilan Allah SWT. Mari kita gunakan kesempatan ini untuk bukan hanya meraih berkah, tetapi juga memperdalam hubungan spiritual kita dengan Sang Pencipta.

Siap untuk Haji yang Tidak Terlupakan?

Klik di sini untuk memulai perjalanan spiritual Anda!

Baca juga:  Masa Tunggu Haji Dirata-rata Menjadi 26 Tahun, Wamenhaj Menjelaskan Penyebabnya

Source link

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top