Bandara Dhoho Dipersiapkan Sebagai Embarkasi Haji Baru, Ini Langkah-langkah Kemenhaj

Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Indonesia tengah melakukan langkah strategis untuk mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 H/2027 M. Salah satu fokus utama dari persiapan ini adalah pengaktifan Bandara Internasional Dhoho di Kediri sebagai embarkasi haji baru. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan yang terjadi di Bandara Juanda dan Embarkasi Surabaya.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa koordinasi telah dilakukan untuk mengaktifkan Bandara Dhoho. “Tadi pagi saya dan tim sudah berkoordinasi untuk mencoba mengaktifkan Bandara Dhoho di Kediri,” kata Irfan saat konferensi pers di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (2/7/2026), seperti dikutip dari detikJatim.

### Rapat Koordinasi untuk Persiapan

Langkah awal untuk pengaktifan Bandara Dhoho ditandai dengan rapat koordinasi yang berlangsung di Asrama Haji Kelas I Surabaya pada Rabu (1/7/2026). Dalam rapat tersebut, yang dipimpin oleh Menhaj Moch. Irfan Yusuf, hadir juga jajaran pimpinan Kemenhaj, Pemprov Jawa Timur, Pemkab Kediri, Otoritas Bandara Wilayah Surabaya, dan para pemangku kepentingan terkait.

Irfan menegaskan bahwa persiapan untuk penyelenggaraan haji harus dilakukan jauh sebelum pelaksanaan. Setiap kebijakan yang diambil harus matang dan berorientasi pada kenyamanan jemaah. “Semua kebijakan yang kita ambil harus berorientasi pada kemaslahatan jemaah dan efisiensi penyelenggaraan haji,” tegasnya. Hal ini mencakup tidak hanya pembangunan fasilitas, tetapi juga peningkatan sistem pelayanan.

### Tantangan di Embarkasi Surabaya

Rencana pengaktifan Bandara Dhoho bukan tanpa alasan. Pada musim haji 2026, Embarkasi Surabaya dihadapkan pada tantangan berat dalam hal pelayanan dan pemberangkatan 116 kloter. Tingginya intensitas kerja memaksa petugas di lapangan bekerja nonstop hingga mengalami kelelahan. Irfan bahkan mengungkapkan bahwa beberapa petugas mengalami masalah kesehatan akibat stres kerja yang tinggi.

Baca juga:  BP Haji Akan Mengelola Proses Haji Secara Mandiri, Menag: Semoga Berhasil

“Hal ini menunjukkan betapa pentingnya memberikan solusi untuk mengurangi beban kerja di Embarkasi Surabaya,” katanya. Sebagian kloter jemaah dipersiapkan untuk dialihkan ke Bandara Dhoho di Kediri. “Insyaallah nanti kita akan kurangi sebagian diarahkan ke Bandara Dhoho di Kediri,” tambahnya.

### Potensi Bandara Dhoho

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah infrastruktur Bandara Dhoho yang dinilai sudah siap untuk melayani penerbangan haji. Bandara ini mampu menampung pesawat berbadan lebar, yang selama ini menjadi kendala di Bandara Juanda yang tidak bisa mengakomodasi jenis pesawat seperti Boeing 777-300.

Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Ian Heriyawan, mengungkapkan potensi besar Bandara Dhoho dari sisi operasional penerbangan. Selama ini, penerbangan jemaah haji dari Embarkasi Surabaya harus menggunakan Airbus A330-300, yang memerlukan teknikal landing untuk pengisian bahan bakar. Ini tentunya akan mengakibatkan biaya operasional yang lebih tinggi.

“Bandara Dhoho memiliki potensi untuk menjadi embarkasi haji baru, namun semua aspek pendukung harus dipastikan siap agar pelayanan jemaah berjalan optimal,” jelas Ian.

### Proyeksi Jemaah di Embarkasi Dhoho

Dari pihak Kementerian Haji dan Umrah, Plt. Kepala Kantor Wilayah Provinsi Jawa Timur, Mohammad As’Adul Anam, memberikan gambaran mengenai proyeksi jemaah yang akan dialihkan ke Kediri pada musim haji 2027 mendatang. Diperkirakan Bandara Dhoho akan melayani sekitar 10.548 jemaah. Ini termasuk jemaah dari wilayah eks Karesidenan Kediri dan Madiun, serta usulan tambahan dari Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bojonegoro.

“Penambahan Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bojonegoro tentunya berdasarkan pertimbangan jarak tempuh yang lebih dekat menuju Bandara Dhoho,” ungkap Anam. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan bagi jemaah serta mendukung pemerataan layanan embarkasi haji di Jawa Timur.

Baca juga:  Cara Membeli Tiket Kereta Cepat Haramain Melalui Aplikasi Nusuk

### Kesimpulan

Persiapan haji 1448 H/2027 M menunjukkan komitmen Kemenhaj dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah. Pengaktifan Bandara Dhoho sebagai embarkasi baru menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan dalam perjalanan haji. Dengan beragam tantangan yang ada, penting untuk terus menerapkan kebijakan dan inovasi yang mendukung kelancaran proses ini.

Melalui langkah ini, diharapkan para jemaah dapat menjalani ibadah haji mereka dengan lebih nyaman dan tenang. Kemenhaj berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap aspek dari perjalanan ibadah haji dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

Dengan semua informasi yang telah disampaikan, kami mengajak Anda untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, agar pengalaman haji Anda dapat menjadi satu yang tidak terlupakan.

Siap untuk Haji yang Tidak Terlupakan?

Kunjungi situs kami untuk informasi lebih lanjut!

Source link

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top