Menelusuri Transformasi Masjidil Haram: Wajah Baru Setelah Perluasan

Makkah

Dari Gerbang Raja Abdullah, arus jemaah terus mengalir menuju Masjidil Haram. Mereka melewati koridor-koridor baru yang membentang luas hingga akhirnya tiba di pelataran Ka’bah. Dalam jam-jam sibuk, ribuan orang bergerak hampir tanpa henti. Meskipun dipadati jutaan jemaah, arus manusia tetap mengalir berkat wajah baru Masjidil Haram yang kini jauh lebih luas dibandingkan beberapa tahun lalu.

Selama hampir dua bulan meliput operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Makkah, detikHikmah menyaksikan bagaimana area perluasan menjadi salah satu jalur utama keluar masuk jemaah. Menuju waktu salat, koridor-koridor tersebut dipenuhi lautan manusia yang datang dari berbagai arah, mulai dari Terminal Jabal Ka’bah, kawasan Jabal Omar, Ajyad, hingga kompleks Abraj Al Bait.

Ketika saf di sekitar Ka’bah mulai penuh, barisan jemaah terus memanjang hingga ke area perluasan yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari Masjidil Haram. Di area perluasan, jemaah tidak hanya melintas; banyak yang memilih menggelar sajadah di pelataran baru, sementara sebagian lainnya memanfaatkan koridor yang lebih lapang untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan ibadah. Kawasan yang dahulu belum ada ini kini menjadi denyut baru aktivitas di Masjidil Haram.

Perubahan ini bukan sekadar menghadirkan bangunan baru yang megah. Lebih dari itu, Saudi Arabia tengah mempersiapkan Masjidil Haram untuk menyambut jumlah jemaah yang terus meningkat setiap tahun. Mengutip Saudi Press Agency, proyek perluasan ketiga ini memperbesar kompleks masjid dari sekitar 414 ribu meter persegi menjadi hampir 1,5 juta meter persegi.

Perluasan ini tidak hanya menghadirkan bangunan utama baru, tetapi juga pelataran salat, koridor penghubung, jalur pedestrian, serta berbagai fasilitas penunjang yang dirancang agar jutaan jemaah dapat beribadah dengan lebih nyaman. Berdasarkan pengamatan detikHikmah selama musim haji 2026, perubahan paling terasa justru bukan pada kemegahan bangunannya, melainkan bagaimana jutaan orang dapat bergerak lebih tertib.

Baca juga:  Poin-Poin Penting yang Disetujui dalam RUU Haji dan Umrah

Dengan hadirnya koridor-koridor baru yang memiliki jarak antarpilar lebih lebar dibandingkan area lama, mobilitas jemaah pasca salat menjadi jauh lebih baik. Puluhan ribu jemaah dapat keluar hampir bersamaan, tetapi arus manusia tidak langsung berhenti berkat ruang gerak yang lebih luas. Jemaah juga kini memiliki lebih banyak pilihan akses untuk memasuki Masjidil Haram.

Bagi jemaah yang datang dari Terminal Jabal Ka’bah, Gerbang Raja Abdullah menjadi pintu pertama yang menyambut mereka sebelum memasuki kompleks masjid. Dari gerbang ini, arus manusia mengalir menuju area perluasan yang terhubung dengan Gate 100 hingga Gate 114. Tak heran jika menjelang waktu salat, jalur ini menjadi salah satu titik dengan arus pejalan kaki paling padat menuju Masjidil Haram.

Salah satu hal yang paling mencolok di kawasan baru ini adalah bentuknya yang tidak sepenuhnya berdiri di atas lahan datar. Di beberapa bagian, kawasan baru dibuat menyerupai terasering yang mengikuti kontur perbukitan di sekitar Kota Makkah. Desain tersebut tidak hanya membuat kawasan perluasan menyatu dengan lanskap perbukitan Makkah, tetapi juga membantu menghubungkan area masjid dengan jaringan jalan dan kawasan sekitarnya.

Fasilitas Jemaah Semakin Lengkap

Perluasan Masjidil Haram juga disertai dengan penambahan berbagai fasilitas penunjang. Jumlah toilet kini mencapai sekitar 18.726 unit, sementara titik wudu tersedia di lebih dari 12.000 lokasi. Penambahan ini diharapkan mampu mengurangi antrean panjang ketika jutaan jemaah berkumpul pada musim haji.

Aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. Di kawasan Masjidil Haram kini juga tersedia Al-Haram Emergency Hospital, yang terletak di dekat Gerbang Raja Abdullah atau Gate 100. Rumah sakit ini terintegrasi dengan layanan kesehatan lainnya, serta dilengkapi dengan dua helipad di atap untuk evakuasi medis jika terjadi keadaan darurat.

Baca juga:  13 Penyelenggara Haji-Umrah Kritik 4 Isu dalam RUU Haji & Umrah

Selama musim haji, keberadaan petugas kesehatan dan ambulans menjadi pemandangan umum di sekitar kawasan Masjidil Haram, terutama ketika suhu udara mencapai lebih dari 40 derajat Celsius. Salah satu fasilitas penting yang mungkin belum banyak diketahui jemaah adalah Children’s Nursery Center, atau pusat penitipan anak, yang berada di kawasan perluasan ketiga Masjidil Haram dekat Gate 100 dan 104.

Selama meliput operasional Haji 2026, detikHikmah beberapa kali melewati lokasi tersebut pada waktu yang berbeda. Meskipun pintu fasilitas tampak tertutup dari luar, berdasarkan keterangan resmi Otoritas Pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, pusat penitipan anak ini disediakan untuk mendukung keluarga jemaah.

Pada akhirnya, wajah baru Masjidil Haram bukan hanya terlihat dari bangunan yang semakin megah, tetapi juga dari bagaimana jutaan jemaah dapat beribadah dan bergerak dengan lebih tertib setiap harinya. Perluasan yang signifikan ini adalah sebuah langkah penting untuk menjamin pengalaman ibadah haji yang lebih baik bagi semua jemaah, menyediakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.

Dengan peningkatan fasilitas dan aksesibilitas, jemaah dapat lebih fokus pada ibadah mereka tanpa merasa tertekan oleh kerumunan atau permanen. Perubahan ini menggambarkan komitmen Arab Saudi untuk memastikan bahwa setiap jemaah memiliki pengalaman yang tidak hanya berkesan tetapi juga menyentuh hati di tanah suci.

Siap untuk Haji yang Tidak Terlupakan?

Kunjungi situs kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang informasi dan pendaftaran ibadah haji yang akan datang. Bergabunglah bersama kami dalam menjadikan haji Anda pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Source link

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top